Selasa, 12 April 2011

peranan dan manfaat bursa komoditi kopi dalam pengembangan pertanian kopi di negeri kita Indonesia

1. Bursa Komoditi Indonesia
Pemerintah membentuk Bursa Komoditi Indonesia yang secara teknis bursa ini berada di bawah pengawasan Departemen Perdagangan, sedangkan untuk masalah keuangan berada di bawah naungan Departemen Keuangan. Bursa Komoditi Indonesia melakukan perdagangan berjangka. Ada beberapa alasan yang mendasari pemerintah Indonesia membentuk Bursa Komoditi Indonesia, yaitu :
ü Perubahan lingkungan strategis seperti globalisasi.
ü Kesepakatan dalam jangka WTO, AFTA, APEC.
ü Berkurangnya peran perjanjian komoditi Internasional.
ü Berubahnya kebijakan deregulasi dan debirokratisasi oleh pemerintah.
ü Dalam rangka merangsang produktivitas komoditi dan meningkatkan kegiatan ekspor non migas agar bisa bersaing di pasar global.
ü Pemerintah menganggap perlu adanya berbagai fasilitas penunjang yang dapat menjembatani kepentingan produksi dan kepentingan ekspor.
2. Manfaat Bursa Komoditi Indonesia yang dibentuk pemerintah sejak tahun 1986 :
ü Sarana Pengelolan Risiko
Salah satu ciri barang komoditi yang diperdagangkan di bursa adalah harga komoditi yang bersangkutan sering mengalami gejolak. Kopi merupakan salah satu komoditi pertanian yang memiliki sifat tersebut, sehingga untuk menjaga kelangsungan usaha maka diperlukan instrumen pengelolaan risiko harga yang efisien yaitu dengan menggunakan instrumen kontrak forward, kontrak berjangka, opsi, swap dan bond pada skema pasar. Instrumen yang sering digunakan adalah kontrak berjangka.
Kontrak berjangka adalah suatu perjanjian yang mengikat secara hukum dua belah pihak untuk membeli dan menjual komoditi dalam jumlah, mutu, jenis, dan tempat tertentu yang telah ditetapkan. Sedangkan waktu penyerahan di kemudian hari. Fluktuasi harga barang komoditi karena perubahan kondisi perekonomian membuat para pelaku bursa ini melakukan mekanisme hedging dengan tujuan melindungi aktiva dan/atau kewajiban agar posisi mereka tetap berada di kondisi Break Event Point (BEP).
ü Sarana Pembentukan Harga
Selama belum terbentuk Bursa Komoditi Indonesia, harga jual barang komoditi kopi mengacu pada bursa yang ada di luar negeri. Tetapi setelah terbentuk Bursa Komoditi Indonesia diharapakan Indonesia bisa menjadi price maker dalam perdagangan global komoditi kopi. Penetapan harga kopi di bursa juga harus memperhatikan infomasi pasar perdagangan fisik.
ü Efisiensi Pasar
Ukuran efisiensi pasar pada bursa komoditi adalah Kecilnya perbedaan antara harga bid dan offer dari komoditi kopi yang diperdagangkan di bursa. Selain hal tersebut, cepat dan mudahnya pelaksanaan transaksi di bursa juga menjadi ukuran efisiensi pasar.
ü Informasi Pasar
Informasi pasar yang dibutuhkan para pelaku pasar berjangka komoditi antara lain informasi tentang harga, produksi, konsumsi, volume perdagangan dan juga perkiraan (ekspektasi) pasar dari kopi yang diperdagangkan di bursa komoditi tersebut, sehingga dapat membuat bursa semakin transparan dan bersaing. Semakin banyak informasi diketahui orang, akan membuat mereka mampu mengantisipasi pembentukan harga kopi di pasar.
ü Lindung Nilai
Pada dasarnya, harga komoditi primer sering berfluktuasi karena ketergantungannya pada faktor-faktor yang sulit dikuasai seperti kelainan musim, bencana alam, dan lain-lain. Dengan kegiatan lindung-nilai menggunakan Kontrak Berjangka, mereka dapat mengurangi sekecil mungkin dampak (resiko) yang diakibatkan gejolak harga tersebut.
Komoditi pertanian termasuk kopi menjadi salah satu subjek Kontrak Berjangka yang diperdagangkan di Bursa. Setiap komoditi yang kontraknya diperdagangkan di Bursa, spesifikasinya ditetapkan secara jelas; menyangkut jumlah, kualitas, dan waktu penyerahan. Dengan demikian, para pemakai/pengguna Bursa bisa mudah melakukan transaksinya, sehingga akan terwujud pasar yang aktif dan likuid. Para produsen dan konsumen menggunakan Kontrak Berjangka sebagai alat untuk melindungi dirinya dari resiko fluktuasi harga. Pasar berjangka menjanjikan kestabilan pendapatan bagi produsen, karena harga komoditinya dapat diprediksi dan di”kunci” dengan baik.
Dengan memanfaatkan Kontrak Berjangka, seorang produsen kopi dapat menjual kopi yang baru akan mereka panen beberapa bulan kemudian, pada harga yang telah dipastikan atau “dikunci” sekarang (sebelum panen). Dengan demikian, mereka dapat memperoleh jaminan harga sehingga tidak terpengaruh oleh kenaikan/ penurunan harga jual kopi di pasar fisik (tunai). Manfaat bursa komoditi kopi juga dapat diperoleh pihak lain seperti eksportir yang harus melakukan pembelian komoditi kopi di masa yang akan datang, pada saat memenuhi kontraknya dengan pembeli diluar negeri. Atau pengolah yang harus melakukan pembelian kopi secara berkesinambungan.
ü Pembentukan harga
Sebagai sarana pembentukan harga yang transparan dan wajar, yang mencerminkan kondisi pasokan dan permintaan yang sebenarnya dari komoditi kopi yang diperdagangkan. Hal ini dimungkinkan, karena transaksi hanya dilakukan oleh/melalui Anggota Bursa, mewakili nasabah atau dirinya sendiri. Artinya, antara pembeli dan penjual Kontrak Berjangka tidak saling kenal/mengetahui secara langsung. Harga yang terjadi di Bursa umumnya dijadikan sebagai harga acuan (reference price) oleh dunia usaha, termasuk petani dan produsen/pengusaha kecil, untuk melakukan transaksi di pasar fisik.
Margin yang telah ditetapkan berlaku untuk periode waktu tertentu, dan dapat diubah sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Selain itu ada biaya komisi yang dikenakan oleh Pialang Berjangka, yang besaran minimumnya ditetapkan Bursa atas persetujuan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar